Minggu, 20 Mei 2012

Di Penghujung Cinta ku



    
        Sebuah salah pengertian yg mengakibatkan kehancuran sebuah rumah tangga. Tatkala nilai akhir sebuah kehidupan sudah terbuka,tetapi segalanya sudah terlambat. Membawa nenek utk tinggal bersama menghabiskan masa tuanya bersama kami, malah telah menghianati ikrar cinta yg telah kami buat selama ini,setelah 2 tahun menikah, saya dan suami setuju menjemput nenek di kampung utk tinggal bersama . Sejak kecil suami saya telah kehilangan ayahnya, dia adalah satu-satunya harapan nenek, nenek pula yg membesarkannya dan menyekolahkan dia hingga tamat kuliah. Saya terus mengangguk tanda setuju, kami segera menyiapkan sebuah kamar yg menghadap taman untuk nenek, agar dia dapat berjemur, menanam bunga dan sebagainya. Suami berdiri didepan kamar yg sangat kaya dgn sinar matahari,tidak sepatah katapun yg terucap tiba-tiba saja dia mengangkat saya dan memutar-mutar saya seperti adegan dalam film India dan berkata :"Mari,kita jemput nenek di kampung". Suami berbadan tinggi besar, aku suka sekali menyandarkan kepalaku ke dadanya yg bidang, ada suatu perasaan nyaman dan aman disana. Aku seperti sebuah boneka kecil yg kapan saja bisa diangkat dan dimasukan kedalam kantongnya. Kalau terjadi selisih paham diantara kami, dia suka tiba-tiba mengangkatku tinggi-tinggi diatas kepalanya dan diputar-putar sampai aku berteriak ketakutan baru diturunkan.Aku sungguh menikmati saat-saat seperti itu. Kebiasaan nenek di kampung tidak berubah. Aku suka sekali menghias rumah dengan bunga segar, sampai akhirnya nenek tidak tahan lagi dan berkata kepada suami:"Istri kamu hidup foya-foya, buat apa beli bunga? Kan bunga tidak bisa dimakan?" Aku menjelaskannya kepada nenek:"Ibu, rumah dengan bunga segar membuat rumah terasa lebih nyaman dan suasana hati lebih gembira."Nenek berlalu sambil mendumel, suamiku berkata sambil tertawa: "Ibu, ini kebiasaan orang kota, lambat laun ibu akan terbiasa juga." Nenek tidak protes lagi, tetapi setiap kali melihatku pulang sambil membawa bunga,dia tidak bisa menahan diri untuk bertanya berapa harga bunga itu, setiap mendengar jawabanku dia selalu mencibir sambil menggeleng-gelengka n kepala. Setiap membawa pulang barang belanjaan,dia selalu tanya itu berapa harganya ,ini berapa.Setiap aku jawab, dia selalu berdecak dengan suara keras.Suamiku memencet hidungku sambil berkata:"Putriku, kan kamu bisa berbohong.Jangan katakan harga yang sebenarnya." Lambat laun, keharmonisan dalam rumah tanggaku mulai terusik. Nenek sangat tidak bisa menerima melihat suamiku bangun pagi menyiapkan sarapan pagi untuk dia sendiri, di mata nenek seorang anak laki-laki masuk ke dapur adalah hal yang sangat memalukan. Di meja makan, wajah nenek selalu cemberut dan aku sengaja seperti tidak mengetahuinya. Nenek selalu membuat bunyi-bunyian dengan alat makan seperti sumpit dan sendok, itulah cara dia protes. Aku adalah instrukstur tari, seharian terus menari membuat badanku sangat letih, aku tidak ingin membuang waktu istirahatku dengan bangun pagi apalagi disaat musim dingin. Nenek kadang juga suka membantuku di dapur, tetapi makin dibantu aku menjadi semakin repot, misalnya; dia suka menyimpan semua kantong-kantong bekas belanjaan, dikumpulkan bisa untuk dijual katanya.Jadilah rumahku seperti tempat pemulungan kantong plastik, dimana-mana terlihat kantong plastik besar tempat semua kumpulan kantong plastik. Kebiasaan nenek mencuci piring bekas makan tidak menggunakan cairan pencuci, agar supaya dia tidak tersinggung, aku selalu mencucinya sekali lagi pada saat dia sudah tidur.Suatu hari, nenek mendapati aku sedang mencuci piring malam harinya, dia segera masukke kamar sambil membanting pintu dan menangis.Suamiku jadi serba salah, malam itu kami tidur seperti orang bisu, aku coba bermanja-manja dengan dia, tetapi dia tidak perduli. Aku menjadi kecewa dan marah."Apa salahku?" Dia melotot sambil berkata:"Kenapa tidak kamu biarkan saja? Apakah memakan dengan pring itu bisa membuatmu mati?" Aku dan nenek tidak bertegur sapa untuk waktu yg culup lama, suasana mejadi kaku. Suamiku menjadi sangat kikuk, tidak tahu harus berpihak pada siapa? Nenek tidak lagi membiarkan suamiku masuk ke dapur, setiap pagi dia selalu bangun lebih pagi dan menyiapkan sarapan untuknya, suatu kebahagiaan terpancar di wajahnya jika melihat suamiku makan dengan lahap, dengan sinar mata yang seakan mencemohku sewaktu melihat padaku, seakan berkata dimana tanggung jawabmu sebagai seorang istri? Demi menjaga suasana pagi hari tidak terganggu, aku selalu membeli makanan diluar pada saat berangkat kerja. Saat tidur, suami berkata:"Lu di, apakah kamu merasa masakan ibu tidak enak dan tidak bersih sehingga kamu tidak pernah makan di rumah?" sambil memunggungiku dia berkata tanpa menghiraukan air mata yg mengalir di kedua belah pipiku.Dan dia akhirnya berkata:"Anggaplah ini sebuah permintaanku, makanlah bersama kami setiap pagi."Aku mengiyakannya dan kembali ke meja makan yg serba canggung itu. Pagi itu nenek memasak bubur, kami sedang makan dan tiba-tiba ada suatu perasaan yg sangat mual menimpaku, seakan-akan isi perut mau keluar semua.Aku menahannya sambil berlari ke kamar mandi, sampai disana aku segera mengeluarkan semua isi perut. Setelah agak reda, aku melihat suamiku berdiri didepan pintu kamar mandi dan memandangku dengan sinar mata yg tajam, diluar sana terdengar suara tangisan nenek dan berkata-kata dengan bahasa daerahnya. Aku terdiam dan terbengong tanpa bisa berkata-kata. Sungguh bukan sengaja aku berbuat demikian!. Pertama kali dalam perkawinanku, aku bertengkar hebat dengan suamiku, nenek melihat kami dengan mata merah dan berjalan menjauh……suamiku segera mengejarnya keluar rumah. Menyambut anggota baru tetapi dibayar dengan nyawa nenek. Selama 3 hari suamiku tidak pulang ke rumah dan tidak juga meneleponku. Aku sangat kecewa, semenjak kedatangan nenek di rumah ini, aku sudah banyak mengalah, mau bagaimana lagi? Entah kenapa aku selalu merasa mual dan kehilangan nafsu makan ditambah lagi dengan keadaan rumahku yang kacau, sungguh sangat menyebalkan. Akhirnya teman sekerjaku berkata:"Lu Di, sebaiknya kamu periksa ke dokter."Hasil pemeriksaan menyatakan aku sedang hamil. Aku baru sadar mengapa aku mual-mual pagi itu. Sebuah berita gembira yg terselip juga kesedihan. Mengapa suami dan nenek sebagai orang yg berpengalaman tidak berpikir sampai sejauh itu? Di pintu masuk rumah sakit aku melihat suamiku, 3 hari tidak bertemu dia berubah drastis, muka kusut kurang tidur, aku ingin segera berlalu tetapi rasa iba membuatku tertegun dan memanggilnya. Dia melihat ke arahku tetapi seakan akan tidak mengenaliku lagi, pandangan matanya penuh dengan kebencian dan itu melukaiku. Aku berkata pada diriku sendiri, jangan lagi melihatnya dan segera memanggil taksi. Padahal aku ingin memberitahunya bahwa kami akan segera memiliki seorang anak. Dan berharap aku akan diangkatnya tinggi-tinggi dan diputar-putar sampai aku minta ampun tetapi..... mimpiku tidak menjadi kenyataan. Didalam taksi air mataku mengalir dengan deras. Mengapa kesalah pahaman ini berakibat sangat buruk? Sampai di rumah aku berbaring di ranjang memikirkan peristiwa tadi, memikirkan sinar matanya yg penuh dengan kebencian, aku menangis dengan sedihnya. Tengah malam,aku mendengar suara orang membuka laci, aku menyalakan lampu dan melihat dia dgn wajah berlinang air mata sedang mengambil uang dan buku tabungannya. Aku nenatapnya dengan dingin tanpa berkata-kata. Dia seperti tidak melihatku saja dan segera berlalu. Sepertinya dia sudah memutuskan utk meninggalkan aku. Sungguh lelaki yg sangat picik, dalam saat begini dia masih bisa membedakan antara cinta dengan uang. Aku tersenyum sambil menitikan air mata. Aku tidak masuk kerja keesokan harinya, aku ingin secepatnya membereskan masalah ini, aku akan membicarakan semua masalah ini dan pergi mencarinya di kantornya.Di kantornya aku bertemu dengan seketarisnya yg melihatku dengan wajah bingung."Ibunya pak direktur baru saja mengalami kecelakaan lalu lintas dan sedang berada di rumah sakit. Mulutku terbuka lebar.Aku segera menuju rumah sakit dan saat menemukannya, nenek sudah meninggal. Suamiku tidak pernah menatapku, wajahnya kaku. Aku memandang jasad nenek yg terbujur kaku. Sambil menangis aku menjerit dalam hati:"Tuhan, mengapa ini bisa terjadi?" Sampai selesai upacara pemakaman, suamiku tidak pernah bertegur sapa denganku, jika memandangku selalu dengan pandangan penuh dengan kebencian. Peristiwa kecelakaan itu aku juga tahu dari orang lain, pagi itu nenek berjalan ke arah terminal, rupanya dia mau kembali ke kampung. Suamiku mengejar sambil berlari, nenek juga berlari makin cepat sampai tidak melihat sebuah bus yg datang ke arahnya dengan kencang. Aku baru mengerti mengapa pandangan suamiku penuh dengan kebencian. Jika aku tidak muntah pagi itu, jika kami tidak bertengkar, jika........ ....dimatanya, akulah penyebab kematian nenek. Suamiku pindah ke kamar nenek, setiap malam pulang kerja dengan badan penuh dengan bau asap rokok dan alkohol. Aku merasa bersalah tetapi juga merasa harga diriku terinjak-injak. Aku ingin menjelaskan bahwa semua ini bukan salahku dan juga memberitahunya bahwa kami akan segera mempunyai anak. Tetapi melihat sinar matanya, aku tidak pernah menjelaskan masalah ini. Aku rela dipukul atau dimaki-maki olehnya walaupun ini bukan salahku. Waktu berlalu dengan sangat lambat.Kami hidup serumah tetapi seperti tidak mengenal satu sama lain. Dia pulang makin larut malam. Suasana tegang didalam rumah. Suatu hari, aku berjalan melewati sebuah café, melalui keremangan lampu dan kisi-kisi jendela, aku melihat suamiku dengan seorang wanita didalam. Dia sedang menyibak rambut sang gadis dengan mesra. Aku tertegun dan mengerti apa yg telah terjadi. Aku masuk kedalam dan berdiri di depan mereka sambil menatap tajam kearahnya. Aku tidak menangis juga tidak berkata apapun karena aku juga tidak tahu harus berkata apa. Sang gadis melihatku dan ke arah suamiku dan segera hendak berlalu. Tetapi dicegah oleh suamiku dan menatap kembali ke arahku dengan sinar mata yg tidak kalah tajam dariku. Suara detak jangtungku terasa sangat keras, setiap detak suara seperti suara menuju kematian. Akhirnya aku mengalah dan berlalu dari hadapan mereka, jika tidak.. mungkin aku akan jatuh bersama bayiku dihadapan mereka. Malam itu dia tidak pulang ke rumah. Seakan menjelaskan padaku apa yang telah terjadi. Sepeninggal nenek, rajutan cinta kasih kami juga sepertinya telah berakhir. Dia tidak kembali lagi ke rumah, kadang sewaktu pulang ke rumah, aku mendapati lemari seperti bekas dibongkar. Aku tahu dia kembali mengambil barang-barang keperluannya. Aku tidak ingin menelepon dia walaupun kadang terbersit suatu keinginan untuk menjelaskan semua ini. Tetapi itu tidak terjadi..... ...., semua berlalu begitu saja. Aku mulai hidup seorang diri, pergi check kandungan seorang diri. Setiap kali melihat sepasang suami istri sedang check kandungan bersama, hati ini serasa hancur. Teman-teman menyarankan agar aku membuang saja bayi ini, tetapi aku seperti orang yg sedang histeris mempertahankan miliknya. Hitung-hitung sebagai pembuktian kepada nenek bahwa aku tidak bersalah. "Suatu hari pulang kerja,aku melihat dia duduk didepan ruang tamu. Ruangan penuh dengan asap rokok dan ada selembar kertas diatas meja, tidak perlu tanya aku juga tahu surat apa itu. 2 bulan hidup sendiri, aku sudah bisa mengontrol emosi. Sambil membuka mantel dan topi aku berkata kepadanya:"" Tunggu sebentar, aku akan segera menanda tanganinya"" .Dia melihatku dengan pandangan awut-awutan demikian juga aku. Aku berkata pada diri sendiri, jangan menangis, jangan menangis. Mata ini terasa sakit sekali tetapi aku terus bertahan agar air mata ini tidak keluar. Selesai membuka mantel, aku berjalan ke arahnya dan ternyata dia memperhatikan perutku yg agak membuncit. Sambil duduk di kursi, aku menanda tangani surat itu dan menyodorkan kepadanya."" Lu Di, kamu hamil?"" Semenjak nenek meninggal, itulah pertama kali dia berbicara kepadaku. Aku tidak bisa lagi membendung air mataku yg menglir keluar dengan derasnya. Aku menjawab:""Iya, tetapi tidak apa-apa. Kamu sudah boleh pergi" ".Dia tidak pergi, dalam keremangan ruangan kami saling berpandangan. Perlahan-lahan dia membungkukan badannya ke tanganku, air matanya terasa menembus lengan bajuku.Tetapi di lubuk hatiku, semua sudah berlalu, banyak hal yg sudah pergi dan tidak bisa diambil kembali. "Entah sudah berapa kali aku mendengar dia mengucapkan kata:"Maafkan aku, maafkan aku". Aku pernah berpikir untuk memaafkannya tetapi tidak bisa. Tatapan matanya di cafe itu tidak akan pernah aku lupakan.Cinta diantara kami telah ada sebuah luka yg menganga. Semua ini adalah sebuah akibat kesengajaan darinya. Berharap dinding es itu akan mencair, tetapi yang telah berlalu tidak akan pernah kembali.Hanya sewaktu memikirkan bayiku, aku bisa bertahan untuk terus hidup. Terhadapnya, hatiku dingin bagaikan es, tidak pernah menyentuh semua makanan pembelian dia, tidak menerima semua hadiah pemberiannya tidak juga berbicara lagi dengannya. Sejak menanda tangani surat itu, semua cintaku padanya sudah berlalu, harapanku telah lenyap tidak berbekas. Kadang dia mencoba masuk ke kamar untuk tidur bersamaku, aku segera berlalu ke ruang tamu, dia terpaksa kembali ke kamar nenek. Malam hari, terdengar suara orang mengerang dari kamar nenek tetapi aku tidak perduli. Itu adalah permainan dia dari dulu. Jika aku tidak perduli padanya, dia akan berpura-pura sakit sampai aku menghampirinya dan bertanya apa yang sakit. Dia lalu akan memelukku sambil tertawa terbahak-bahak. Dia lupa........ , itu adalah dulu, saat cintaku masih membara, sekarang apa lagi yg aku miliki? Begitu seterusnya, setiap malam aku mendengar suara orang mengerang sampai anakku lahir. Hampir setiap hari dia selalu membeli barang-barang perlengkapan bayi, perlengkapan anak-anak dan buku-buku bacaan untuk anak-anak. Setumpuk demi setumpuk sampai kamarnya penuh sesak dengan barang-barang. Aku tahu dia mencoba menarik simpatiku tetapi aku tidak bergeming. Terpaksa dia mengurung diri dalam kamar, malam hari dari kamarnya selalu terdengar suara pencetan keyboard komputer. Mungkin dia lagi tergila-gila chatting dan berpacaran di dunia maya pikirku. Bagiku itu bukan lagi suatu masalah. Suatu malam di musim semi, perutku tiba-tiba terasa sangat sakit dan aku berteriak dengan suara yg keras. Dia segera berlari masuk ke kamar, sepertinya dia tidak pernah tidur. Saat inilah yg ditunggu-tunggu olehnya. Aku digendongnya dan berlari mencari taksi ke rumah sakit. Sepanjang jalan, dia mengenggam dengan erat tanganku, menghapus keringat dingin yg mengalir di dahiku. Sampai di rumah sakit, aku segera digendongnya menuju ruang bersalin. Di punggungnya yg kurus kering, aku terbaring dengan hangat dalam dekapannya. Sepanjang hidupku, siapa lagi yg mencintaiku sedemikian rupa jika bukan dia? Sampai dipintu ruang bersalin, dia memandangku dengan tatapan penuh kasih sayang saat aku didorong menuju persalinan, sambil menahan sakit aku masih sempat tersenyum padanya. Keluar dari ruang bersalin, dia memandang aku dan anakku dengan wajah penuh dengan air mata sambil tersenyum bahagia. Aku memegang tangannya, dia membalas memandangku dengan bahagia, tersenyum dan menangis lalu terjerambab ke lantai. Aku berteriak histeris memanggil namanya. Setelah sadar, dia tersenyum tetapi tidak bisa membuka matanya………aku pernah berpikir tidak akan lagi meneteskan sebutir air matapun untuknya, tetapi kenyataannya tidak demikian, aku tidak pernah merasakan sesakit saat ini. Kata dokter, kanker hatinya sudah sampai pada stadium mematikan, bisa bertahan sampai hari ini sudah merupakan sebuah mukjijat. Aku tanya kapankah kanker itu terdeteksi? 5 bulan yg lalu kata dokter, bersiap-siaplah menghadapi kemungkinan terburuk. Aku tidak lagi perduli dengan nasehat perawat, aku segera pulang ke rumah dan ke kamar nenek lalu menyalakan komputer. Ternyata selama ini suara orang mengerang adalah benar apa adanya, aku masih berpikir dia sedang bersandiwara…………Sebuah surat yg sangat panjang ada di dalam komputer yg ditujukan kepada anak kami."Anakku, demi dirimu aku terus bertahan, sampai aku bisa melihatmu. Itu adalah harapanku. Aku tahu dalam hidup ini, kita akan menghadapi semua bentuk kebahagiaan dan kekecewaan, sungguh bahagia jika aku bisa melaluinya bersamamu tetapi ayah tidak mempunyai kesempatan untuk itu. Didalam komputer ini, ayah mencoba memberikan saran dan nasehat terhadap segala kemungkinan hidup yg akan kamu hadapi. Kamu boleh mempertimbangkan saran ayah." "Anakku, selesai menulis surat ini, ayah merasa telah menemanimu hidup selama bertahun -tahun. Ayah sungguh bahagia. Cintailah ibumu, dia sungguh menderita, dia adalah orang yg paling mencintaimu dan adalah orang yg paling ayah cintai"". Mulai dari kejadian yg mungkin akan terjadi sejak TK, SD, SMP, SMA sampai kuliah, semua tertulis dengan lengkap didalamnya. Dia juga menulis sebuah surat untukku.""Kasihku, dapat menikahimu adalah hal yg paling bahagia aku rasakan dalam hidup ini. Maafkan salahku, maafkan aku tidak pernah memberitahumu tentang penyakitku. Aku tidak mau kesehatan bayi kita terganggu oleh karenanya. Kasihku, jika engkau menangis sewaktu membaca surat ini, berarti kau telah memaafkan aku. Terima kasih atas cintamu padaku selama ini. Hadiah-hadiah ini aku tidak punya kesempatan untuk memberikannya pada anak kita. Pada bungkusan hadiah tertulis semua tahun pemberian padanya"." Kembali ke rumah sakit, suamiku masih terbaring lemah. Aku menggendong anak kami dan membaringkannya diatas dadanya sambil berkata: "Sayang, bukalah matamu sebentar saja, lihatlah anak kita. Aku mau dia merasakan kasih sayang dan hangatnya pelukan ayahnya".Dengan susah payah dia membuka matanya, tersenyum... ......... ..anak itu tetap dalam dekapannya, dengan tangannya yg mungil memegangi tangan ayahnya yg kurus dan lemah. Tidak tahu aku sudah menjepret berapa kali momen itu dengan kamera di tangan sambil berurai air mata........ ......... ... ------------ Teman2, aku sharing cerita ini kepada kalian, agar kita semua bisa menyimak pesan dari cerita ini.Mungkin saat ini air mata kalian sedang jatuh mengalir atau mata masih sembab sehabis menangis, ingatlah pesan dari cerita ini :"Jika ada sesuatu yg mengganjal di hati diantara kalian yg saling mengasihi, sebaiknya utarakanlah jangan simpan didalam hati. Siapa tau apa yg akan terjadi besok? Ada sebuah pertanyaan: Jika kita tahu besok adalah hari kiamat, apakah kita akan menyesali semua hal yg telah kita perbuat? atau apa yg telah kita ucapkan? Sebelum segalanya menjadi terlambat, pikirlah matang2 semua yg akan kita lakukan sebelum kita menyesalinya seumur hidup. 

Sumber sebuah artikel dari facebook.

Sabtu, 19 Mei 2012

Pernikahan Paling Aneh and Kacau Versi Saya

Married married....
siapa.. amo married???

hm... pembaca yang berbahagia khususnya yang udah gedean dikit yang hampir tua yang cukup usia. today ia mao sharene about pernikahan teredan di dunia.
 hah??? gk percaya. klo mao percaya makanya baca okay.

check it out

1. Menikah dengan bantal.

jia... jangan salah sangka dulu dunk dia ini bukan sleeping beauty tapi seorang laki-laki asal korea mau tau infonya ayo lanjutin baca.
     
      Lee Jin-gyu, seorang pemuda Korea, sehingga jatuh cinta pada  ‘dakimakura’ nya – semacam bantal  huggable besar dari Jepang – yang tercetak pada salah satu sisinya gambar Fate Testarossa, karakter anime populer jepang dari seri anime Lyrical Nanoha Mahou shoujo.
Lee sedemikian terobsesi dengan bantalnya, sehingga selalu membawanya pergi ke taman atau ke pasar atau kemana saja, termasuk pergi ke jamuan makan. Pada akhirnya Lee tanpa sungkan menikah dengan sang bantal.
Tidak main-main, ‘mereka’ menikah dengan upacara khusus dimana sang ‘mempelai’ bantal mengenakan gaun pengantin di hadapan seorang pendeta lokal. Tentu saja pernikahan aneh ini mendapat perhatian dari media.

 2. Menikah dengan cartoon.
   
    nah kalo yang ini gimana menurut anda??? what a stupid right? uy.. tunggu dulu dulu wakti beibeh banyak tau dari kita yang mau nikah ma tokoh kartun. tapi knpa ni orang dah gede tapi mau juga ya. ayo intip alasannya.

Adalah SAL9000, nick name seorang pemuda Jepang yang menikahi  Nene Anegasaki, seorang wanita yang sempurna dalam segala hal.  Tidak  ada yang aneh dengan pernikahan tersebut, kecuali jika anda tahu bahwa Nene Anegasaki adalah hanya tokoh rekaan dalam sebuah game online populer  “Love Plus”, sebuah permainan kencan yang dirancang sedemikian rupa mirip dengan kehidupan nyata. Anda bisa mencari pacar sesuai keinginan anda, mengajaknya berkencan, curhat, membelikan bunga atau hadiah lainnya dengan kartu kredit anda, bahkan berdansa hingga larut malam.  Tentu saja, semuanya cuma ada di dunia maya.
SAL9000  begitu keranjingan dengan game ini sehingga jatuh cinta dengan Nene, pacar virtualnya. Tidak hanya sampai di situ, SAL9000 bahkan menikahi pacar virtualnya tersebut.
Pernikahan itu sendiri dilaksanakan di Guam, dimana hukum di sana tidak melarang perkawinan yang tidak lazim ini. Sebuah resepsi juga dilangsungkan di Tokyo Jepang dimana para undangan akan memberikan selamat kepada kedua mempelai, namun sang ‘mempelai wanita’ virtual entah berada dimana.



3. Menikah dengan anjing.

whats?? doggie???
pasti maknya sangkuriang.hahahaha
please de emanknya Indonesia aja yang punya cerita gituan India juga punya nih buktinya

Dengan alasan agar terbebas dari kutukan, Selva Kumar dari Tamil Nadu, India Selatan rela menikahi seekor anjing betina yang diberi nama Selvi.  Kumar percaya bahwa derita penyakit lumpuh dan kehilangan pendengaran pada satu telinganya adalah akibat kutukan, sebab ia telah membunuh 2 ekor anjing sekitar 15 tahun yang lalu.  Dan satu-satunya cara untuk sembuh adalah dengan jalan menikah dengan seekor anjing.
Pernikahan itu sendiri dilangsungkan dengan sebuah upacara yang tidak berbeda dengan pernikahan manusia normal lainnya.  Sang ‘mempelai betina’ juga didandani dengan kain merah dan rangkaian bunga.
Tidak diberitakan apakah dengan pernikahan ini, ‘kutukan’ pada Selva kemudian dicabut.
 
okay the last one is......

4. Nikah dengan mayat

hwaaa..... siapaberani????
Zhuang Huagui (26 tahun) berencana menikah pada tanggal 4 Februari 2010, tapi tanggal 28 Januari 2010, calon istrinya Hu Zhao’e meninggal karena ditusuk oleh perampok rumahnya. Akhirnya pria ini memutuskan untuk tetap mengadakan upacara pernikahan, lalu dilanjutkan dengan upacara penguburan istrinya sekaligus.
hiks...hiks....
what a romanticstory
but tetep jha gila spa yang mau coba??
saya saranin jangan de
mahkluk tuhan masih banyak hehehehe
okay skian dlu de pemirsa semoga terhibur dan bermanfaat.

Kamis, 17 Mei 2012

Happy 26th Birthday, Robert Pattinson



Happy 26th Birthday, Robert Pattinson





Jia… welcome back to my blog sorry ya infonya telat huhuuhuw berhubung tugas d akhir semester ni lagi bejibun jadi terpaksa de gua telat posting info gokil ini hwehehehe…

Sejak bermain dalam film TWILIGHT, nama Robert Pattinson memang semakin melambung. Kini, kekasih Kristen Stewart ini telah menjadi salah satu selebritis kelas A yang banyak dipuja.
Lahir dengan di London, Inggris, pria bernama lengkap Robert Thomas Pattinson ini sedang merayakan ulang tahun ke-26 pada hari ini, Minggu (13/5). Karenanya, saya kembali kembali menyajikan sejumlah fakta unik tentangnya. Apa sajaya… okay check it out.
1.        Siapa yang tak kenal dengan akting heroik Robert di film TWILIGHT. Di balik keberaniannya menghadapi musuh, ternyata dia adalah orang yangtakut kuda! 
2.        Tergila-gila dengan ketampanan R-Patz. Tunggu dulu! Reese Witherspoon malah mengaku jijik saat beradegan mesra dengan idola kaum hawa ini. Pasalnya, saat itu Robert sedang pilek berat sehingga ingusnya terus meler. Wew!
3.        Robert mengaku trauma melihat sirkus. Pasalnya, semasa kecil dia menyaksikan seorang badut meninggal di arena sirkus. Penyebabnya adalah mobil yang meledak. Mengerikan!
4.        Gara-gara ingin menyelamatkan seekor siput, Robert pernah diskorsdari sekolah.
5.        Walaupun benci twitter, namun R-Patz tetap membuat akun demi alasan keamanan. Pasalnya, twitter memberi petunjuk apakah ada fans yang telah mengetahui keberadaannya di suatu tempat atau tidak. Dengan demikian, dia bisa cepat menghindar sebelum dikerubuti fans.
6.        Ternyata Robert adalah penggemar film India!
7.        Karena sifatnya yang tertutup, Robert pernah memusuhi pasangannya saat masih sekolah. Penyebabnya sepele, gadis tersebut telah membocorkan kencan mereka pada orang lain.
8.        Sebelum populer seperti sekarang, Robert sempat jadi pengangguran. Namun demi mendapatkan peran di HARRY POTTER AND THE GOBLET OF FIRE, dia berbohong saat casting dan mengarang cerita soal pekerjaannya.
9.        Suatu waktu, Robert pernah merasa kesal karena fans sangat gemar mencuri tali sepatunya. Kini, dia lebih memilih mengenakan sepatu tanpa tali.
10.     Tidak seperti perannya di TWILIGHT, Robert mengaku sama sekali bukan orang romantis di dunia nyata. Masak sih?
Demikian, kumpulan fakta unik tentang aktor ganteng ini. Sekarang saatnya kita ucapkan, happy birthday, Robert. Semoga sukses selalu :)

Puluhan Ribu Manuskrip Kuno Indonesia Ada di Leiden


                 Sedikitnya 26.000 manuskrip kuno Indonesia saat ini berada di Perpustakaan Universitas Leiden, Belanda.
"Jumlah manuskrip kuno Indonesia di luar negeri memang sangat banyak, angka 26.000 itu belum ditambah dokumen bersejarah lain yang ada di Inggris, Malaysia, dan negara-negara lain," kata Kepala Perpustakaan Nasional RI Sri Sulasih, Senin (14/5).
Jumlah tersebut tergolong sangat banyak. Perpustakaan Nasional RI kini hanya memiliki 10.300 manuskrip kuno. Dengan kata lain, dokumen penting yang kini berada di Leiden 2,5 kali lipat lebih banyak dibanding yang berada di negara asalnya.




                  "Kami kesulitan untuk mengembalikan manuskrip-manuskrip di luar negeri ke Indonesia karena perpustakaan di luar negeri memperoleh kertas bersejarah tersebut dengan membeli, artinya mereka sudah berinvestasi. Dibutuhkan dana yang sangat besar untuk membeli kembali naskah asli tersebut," katanya.
Menurut Sri, perpustakaan di Leiden hanya memberi Indonesia satu naskah tiruan sedangkan naskah asli tetap di simpan di perpustakaan Belanda.
Kini yang dilakukan Perpustakaan Nasional RI antara lain adalah terus menggali dan mengumpulkan berbagai dokumen penting bersejarah dari daerah.
"Kami meminta perpustakaan daerah untuk mengumpulkan catatan-catatan bersejarah, bahkan jika perlu membelinya," ujarnya. (ANT/Vin)

sumber.Liputan6.com, Jakarta


Kamis, 10 Mei 2012

Robert Pattinson




        Hi guys... thanks 4 coming again to my blog, and today I would like to share to you some information about....???? do you know him?
Robbert Pattinson. 
OK lest read I hope it can help you to find some information about him.



Birth Name
Robert Douglas Thomas Pattinson
Nickname
Rob
R-Pattz
Height
6' 1" (1.85 m)
Mini Biography
Robert Pattinson was born on May 13, 1986, in London, England. He enjoys music and is an excellent musician, playing both the guitar and piano.

When Robert was 15, he started acting in amateur plays with the Barnes Theatre Company. Afterward, he took screen role like Curse of the Ring (2004) (TV) (Kingdom of Twilight) as Giselher.

In 2003, Robert took on the role of Cedric Diggory in Harry Potter and the Goblet of Fire (2005). He got his role a week later after meeting Mike Newell in late 2003.

He has since been cast as Edward Cullen in the highly-anticipated film, Twilight (2008/I). His music will also be heard in the film. Additionally, Robert has completed upcoming roles as Salvador Dalí in Little Ashes (2008) and Art in How to Be (2008).
IMDb Mini Biography By: Janel
Trade Mark
Messy hair
Thick eyebrows

Trivia
Is an excellent musician and plays both the guitar and piano. He began taking piano lessons at age three, and classical guitar at five.
Attended Harrodian private school in London.
He has two older sisters, Lizzie and Victoria.
Remains close friends with Harry Potter and the Goblet of Fire (2005) co-stars, Stanislav Ianevski and Katie Leung.
Was taught how to scuba dive for his role in Harry Potter and the Goblet of Fire (2005).
Sports: Has said that darts and pool are more his sport, and that he made up that he liked snowboarding and soccer for his Harry Potter audition.
Acting Inspiration: Jack Nicholson.
Was ranked #23 on Moviefone's "The 25 Hottest Actors Under 25" (2008).
Chosen by the Hollywood Film Festival Award Committee as the recipient of the 2008 New Hollywood Award.
Awarded Best Actor 2008 at the Strasbourg Film festival for his performance as "Art" in the film How to Be (2008).
One sister, Lizzy, 25, had a top ten hit with the band Aurora. The other, Victoria, 27, works in advertising.
Most of his earnings from his first acting job - a supporting role in the television film Curse of the Ring (2004) (TV) - went on paying his own fees at The Harrodian School in Barnes.
He beat 3,000 people to play Edward Cullen in the movie Twilight (2008/I).
Named as Yahoo's Top Movie Heart Throb of 2008.
Named as Rolling Stone Magazine's Hottest Actor of 2008.
Named by "Entertainment Tonight" (1981) (ET) as their top hunk of 2008.
Named as one of the LA Times Breakout Stars of 2008.
Named as one of Forbes Breakout Stars of 2008.
His small, but would-have-been-memorable part in Vanity Fair (2004), was cut out in the final production.
Awarded Hello Magazine's Most Attractive Man Award of 2008.
Invited an obsessive fan out for dinner when he was having a bad day.
Father is a car salesman.
Supports Arsenal Football Club.
Splits his time residing between London, UK where his family is from and Los Angeles, CA.
One of People Magazine's Sexiest Men Alive 2008.
Moviefone's Number 1 Hottest Young Star Under 25 2009.
Sarah Barry Williams wrote song "She wants to be Mrs Robert Pattinson".
Named AOL Moviefone's Sexiest Male Star of 2009.
Named GQ (UK) Best Dressed Man of 2009. "Extremely elegant and inspiring, the true essence of a contemporary man." Domenico Dolce and Stefano Gabbana, designers.
Learned to drive in a ten hour crash course on the set of Twilight.
Merited a place in Time magazine's - The 100 Most Influential People in the World ("Artists" category) - with a tribute provided by Chris Weitz. [May 10, 2010]
A distant relative of Vlad the Impaler who Bram Stoker's Dracula was based on. This is an coincidence because Rob plays Edward Cullen a 100 plus year old Vampire in the Twilight Saga.
Adopted a puppy with girlfriend Kristen Stewart from a shelter in 2011 in Louisiana where they were living while filming The Twilight Saga: Breaking Dawn - Part 1 (2011) and The Twilight Saga: Breaking Dawn - Part 2 (2012). He named his new friend Bear.
Played Reese Witherspoon's son in a cut scene in Vanity Fair (2004) and played her lover in Water for Elephants (2011).
Was named Forbes' 5th Highest Paid Celebrity Couple, in 2011, with girlfriend, Kristen Stewart.
Robert, Kristen Stewart and Taylor Lautner placed their hand and footprints in cement in front of Grauman's Chinese Theater on November 3, 2011.
Good friends with Tom Sturridge.
A big fan of comic books, his favorites are Spider-man, Batman and X-Men.
Is a big fan of "Doctor Who".

Personal Quotes
Up until I was 12 my sisters used to dress me up as a girl and introduce me as 'Claudia'! Twelve was a turning point as I moved to a mixed school and then I became cool and discovered hair gel.
It's strange, somebody asked for my autograph the other day. Because I finished school and I'm not really doing anything at the moment, I was just kind of aimlessly wandering around London and these two guys who were about 30 came up and asked for my autograph. I was really quite proud at the time, and they wanted to take photos and stuff. And then they were sort of wandering around and I was kind of wandering around and I bumped into them about three times, and every single time their respect for me kept growing and growing and growing.
They [Barnes Theatre Club] were a very good group, and for some reason when I finished the backstage thing, I just decided to that I should try to act. So I auditioned for Guys and Dolls and got a little tiny part as some Cuban dancer or something and then in the next play I got the lead part, and then I got my agent. So I owe everything to that little club.
I aspire to be Jack Nicholson. I love his every single mannerism. I used to try and be him in virtually everything I did, I don't know why. I watched One Flew Over the Cuckoo's Nest (1975) when I was about 13, and I dressed like him. I tried to do his accent. I did everything like him. I think it kind of stuck with me.
The day before [the Harry Potter London premiere] I was just sitting in Leicester Square, happily being ignored by everyone. Then suddenly strangers are screaming your name. Amazing.
I went to one of these signing conventions. [in '06] It was one of the most interesting experiences I've had. It was so strange that people would pay for autographs. You keep thinking you should do a little dance for them as well or something.
I have been playing the piano for my entire life - since I was three or four. And the guitar - I used to play classical guitar from when I was about five to 12 years of age. Then I didn't play guitar for like years. About four or five years ago, I got out the guitar again and just started playing blues and stuff. I am not very good at the guitar, but I am all right. I am in a band in London as well.
My favorite teacher was probably my English teacher because she got me into writing instead of just answering the question. I used to hand in homework with 20 pages of nonsense and she'd still mark it. She was a really amazing teacher.
I didn't want to get stuck in pretty, public school roles, or I knew I'd end up as some sort of caricature. Playing Dali has been a complete turning point for me. It's the first part I've had that has required really serious thought. I became completely obsessed with Dali during the filming, and I read every biography I could get a hold of. He was the most bizarre, complex man, but in the end I felt I could relate to him. He was basically incredibly shy.
I wasn't at all focused on school, and I didn't achieve much. But I've got a sense of urgency now. I feel I can't let any more time waste away.
Twilight (2008/I) is a metaphor for the virtues of chastity, but it's had the opposite effect. I get letters that say "I'm going to kill myself if you don't watch High School Musical 2 (2007) (TV) with me". It's a little nuts.
Everything has become more intense for six months, since 'Twilight' was released. It's hard to handle what's happening to me. I don't have the necessary hindsight, even if only to find a way out to this situation. But this celebrity thing, you can't fight it, it's useless, you can't avoid it. When it's not something you desired during your whole life, or something you don't aspire to, you're free not to care about it. I didn't sign for Disney. There's not a stipulation which forces me to smile to the paparazzi.
Sometimes I think, 'to hell with acting,' and then I realize I could be working at a shoe shop. Acting is much cooler.
Please don't give me all my luck now. Make it all stretch. I don't mind waiting. Make it stretch for 70 years.
When I was 14, I fronted a rap trio. Pretty hard-core for three private school kids from suburban London. And my mum's, like, cramping our style, popping her head in to ask, 'You boys want a sandwich?'
My old agent used to promote me as the male Keira Knightley. (Laughs) I thought: 'Well, what does that say about me exactly?' Do I pout a lot or something?
I went to one of these signing conventions in '06. It was one of the most interesting experiences I've had. It was so strange that people would pay for autographs. You keep thinking you should do a little dance for them as well or something.
None of those associations came out and gave a statement [criticizing Kristen] without being called upon by the media first - who were doing it specifically to get hits on their websites. That whole system of Internet journalists, where no one is called to account, is almost entirely about hate. All these people get away with doing it because they have no responsibility to anyone. All they need is to get a salacious headline and people click on it, because it's easy. And it's quite good being part of these Twilight films because you have to give so many interviews all the time, you can defend yourself. That's the only way. All of us stick together, as well. There are so many little nerds behind their computers, on their little blogs.
Y'know, there are so few auteurs left. The one thing that pisses me off about working in films is when you start a project and then, suddenly, two days before you start, there's a massive rewrite to make an R-rated movie into something that's PG-13, and it's a totally different story. As soon as that line's been crossed, you know you're not making a movie anymore. You're making a...a... fridge magnet. But with people like Cronenberg you know that, no matter what, there will be a movie at the end, and it will be solid and self-contained, and it's not made for any other reason than it being a movie.
I was a bit of a loner at school. My first kiss was when I was 12, but I didn't have a girlfriend until I was 18.
My dad and I were in a restaurant one day and noticed this group of pretty girls. The girls said they'd been to the local acting school. I never did any acting at school - I was quite shy - but after that day my dad nagged me about attending. He said he'd pay me, which is pretty strange, but I went.

Salary
Twilight (2008/I)
$2,000,000
New Moon (2009)
$12,000,000
$1,500,000
$12,500,000 + 7.5% of the gross
$12,500,000 + 7.5% of the gross

Where Are They Now
(January 2008) He was recently named as the lead role in Twilight (2008/I). They are starting production.
(July 2008) Los Angeles, California
(January 2009) Currently spending time in his beloved London, England.
(December 2008) 22nd December 2008 Arrives from Los Angeles at London Heathrow Airport to spend Christmas with his family.
(February 2009) London, UK
(August 2009) Vancouver - Filming The Twilight Saga: Eclipse (2010).
(April 2010) Filming Bel Ami (2012) in Budapest, Hungary.
(February 2010) London, UK: Filming Bel Ami (2012).
(March 2010) Budapest, Hungary: Filming on location for Bel Ami (2012).
(May 2010) Los Angeles, CA, USA: Pre-Production for Water for Elephants (2011).
(June 2010) Los Angeles, CA USA Filming Water For Elephants
(July 2010) Chattanooga, TN - shooting an upcoming film, Water for Elephants (2011).
(October 2010) Filming Breaking Dawn in Louisiana
(October 2010) Baton Rouge, Louisiana filming The Twilight Saga: Breaking Dawn
(February 2011) Filming The Twilight Saga: Breaking Dawn - Part 1 (2011) and The Twilight Saga: Breaking Dawn - Part 2 (2012) in Vancouver Canada with "Twilight" co-stars (including girlfriend, Kristen Stewart).
(March 2011) Filming Breaking Dawn in Vancouver, Canada
(September 2011) London, England: Spending time with girlfriend Kristen Stewart, family and friends as he awaits upcoming promotion for The Twilight Saga: Breaking Dawn - Part 1 (2011).

for more information you can check this web. http://robertpattinson.org/