Kamis, 09 Oktober 2014

Surat Untuk Ibu


Alhamdulillah... kami ucapkan syukur kepada Allah tiada henti hentinya Dzat yang maha sempurna memberikan kami kesempatan, lagi dan lagi tanpa pertimbangan selalu memperjuangkan kami, menuntun kami hingga hati ini kokoh memilih untuk tetap berdiri di jalan ini.
Sembah terima kasih untuk ibu yang senantiasa mendukung kami, menginspirasi kami, serta motivator terbaik dalam hidup ini. 
Sungguh bu, malam ini kami teringat akan suatu hal yang membuat kami tak habis fikir bagaimana ibu mampu berjalan sejauh ini, bagaimana mungkin kaki lemah ibu mampu berdiri selama ini, Sungguh bu mata kami buta, kami tak mampu melihat apalagi menyadari kasih yang bertengger kokoh disana. Bu ingin kami ceritakan keluh kesah kami malam ini, tapi ibu jangan menangis, jangan biarkan kekokohan hati ibu hancur melihat air mata kami, biarkan kami malam ini jadi aktor penangis tunggal, biarkan kami malam ini jadi penanggung tunggal segala beban ini.
ibu masihkah ibu ingat saat terakhir ia (papa) meninggalkan kita? tak ada air mata yang kita tuangkan untuk kepedihan yang tersisa, tapi kini, sungguh bu, kami benci, kami benci untuk mengakui keberadaan ini, perasaan yang membuat kami merasa tolol, kami ingin melupakan setiap orang yang menyakiti hati mu, tapi kami bingung, bagaimana membenci sosoknya.
Bu mohon ampun, maafkan kami, maafkan kami tak seperti super hero yang selalu kokoh, kami terlalu gila, terlalu tidak memikirkan kepahitan yang telah lalu.
Bu malam yang lalu seseorang mengirimi kami sebuah pesan, "apakah kamu tidak merindukan papa mu?"
kami kaget luar biasa, siapa orang ini, tanpa ba bi bu menciptakan badai luar biasa, siapa orang ini, berani sekali ia merusak perasaan kami. bu kami rasa ia bukan manusia bumi, ia bahkan tidak memiliki hati, ibu tau??? ia mengirimkan foto mesra nya bersama papa, kami benci, tak pernah sebenci ini, kami mengutuk tak pernah separah ini, ibu biarkan malam ini kami luapkan segala sakit hati kami, karna kami tidak ingin ada sakit lagi, sakit yang lain, di hati yang lain, di kesempatan yang lain, apalagi di hati mu.
ibu kami paham benar, setelah sekian lama kebutaan ini melanda hati, kini kami tau betapa perihnya hati mu, tapi terima kasih, terima kasih untuk setiap saat engkau lihatkan ketegaran kepada kami, kauajarkan kami menjadi sosok wanita yang, terima kasih
bu terima kasih telah ajarkan kami ikhlas, terima kasih telah ajarkan kami berlapang dada, meski terkadang kami masih belum bisa menerima segalanya, bu kami rasa melupakan semua yang telah papa lakukan terhadap kita adalah jalan terbaik, melalui surat ini, kami ingin ceritakan betapa bangganya kami berdiri di sisi mu.
bu bolehkah kami meminta satu hal lagi? tetap tersenyum ya bu :')
bu bolehkah kami meminta hal lain? tetap kuat ya bu, tetap ikhlas tetap ajarkan kami arti kehidupan ini, tetap jadi super hero kami.
bu kami terlalu rewel ya? terlalu banyak permintaan? ya bu? tapi mengapa ibu tak pernah mengeluh, atau merasa keberatan dengan tingkah kami? kenapa tidak pernah merasa sirih dengan tingkah kami? ibu apakah seluar biasa itu menjadi sosok seorang ibu? ibu apakah kami mampu seperti ibu? kami juga ingin jadi sosok ibu yang luar biasa nanti ^_^ ibu.. ibu taukan kami tak punya apa apa, bahkan untuk uang belanja pun kami masih jadi pengemis, mengemis kepada mu hehee... tapi bu kami selalu punya do'a untuk mu, kami selau tempatkan do'a untuk ibu diatas do'a untuk kami, ibu kelak kami akan bangunkan ibu sebuah rumah, rumah kecil yang sederhana, tapi kami janjikan ibu satu hal rumah itu kelak akan penuh dengan kebahagiaan. percayalah bu, do'akan kami,
bu sekali lagi terima kasih, kami tak punya kata yang lebih baik, kami cuma mohon kepada Allah agar Allah selalu menjaga ibu, menyayangi ibu, serta melindungi ibu. Amin
bu mungkin suatu saat jika engkau membaca tulisan ini, kita akan menangis bersama sama, lucu ya bu mengapa kita harus menangis? tapi ibu pasti paham satu hal, kami menangis bukan karna perihnya beban hidup kita tapi kami menangis karna kami bersyukur kepada Allah memiliki sosok ibu seperti mu, kami sayang ibu. ibu tau kami saat menulis surat ini sedang mendengarkan lagu iwan fals dg judul IBU, ibu mungkin tak tau bagaimana musiknya, karna ibu terlalu sibuk mengurusi kami, tapi jangan sedih bu kami akan tuliskan liriknya di surat ini :)
IBU 
by Iwan Fals 
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah... penuh nanah


Seperti udara... kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...ibu...ibu


Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas...ibu...ibu....


Seperti udara... kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...ibu...ibu

ibu berjanjilah untuk tidak menangis membaca tulisan ini, salam sayang anak mu :)

Siapa Ingin Jodoh Terbaik?



Bismillah...
Siapa yg ingin jodoh terbaik??
mungkin jika di tanyakan kepada setiap orang semuanya akan menjawab "saya". siapa sih yang tak ingin memiliki pendamping seorang ahli ibadah, berparas rupawan, berakhlak mulia, berkedudukan tinggi, memiliki harta, bla bla bla dan banyak hal positive lainnya. baiklah.. intinya setiap kita menginginkan yang terbaik dan kita anggap itu sebagai do'a Amin. tapi sekarang muncul pertanyaan dari pertanyaan sebelumnya, siapkah kita memiliki yang terbaik? atau kata yg lebih tepatnya "pantaskah?".

beberapa bulan yang lalu salah seorang teman menulis status yang luar biasa, luar biasa menggelitik status yng menjadi akar terbentuknya tulisan ini, kata katanya sederhana, kurang lebih seperti ini "Lu ingin memiliki suami yang baik?, kaya?, rajin sholat?, menjaga pandangan?,sabar?, penyayang, perhatian?  D El El.. ngaca donk ! apa lu uda sebaik itu untuk mendapatkan nya." oke satu cerita dan satu kesimpulan yang bisa saya pahami, mau dapat suami/istri terbaik? siapkan diri menjadi yg terbaik (simple)
cerita selanjutnya, nah kata kata ini lumayan familiar, gak tau siapa yang mempopulerkannnya hingga ia bisa sepopuler ini, kata katanya kurang lebih seperti ini "sejahat jahatnya laki laki, sebrengsek apapun ia, ia tetap akan memilih wanita yg berjilbab (mungin yang di maksud baik akhlaknya ^_^). mungkin sebagian orang yang mendengar kalimat ini akan serentak angguk angguk kepala, mungkin setuju atau mungkin gak habis pikir dengan kalimat ini. gak habis pikir gimana? nah logikanya jika setiap orang ingin menemukan jodoh terbaik, lantas orang (wanita) baik manakah yang akan memilih pasangan berandalan. ups... beribu sembah dan maaf tulisan ini tidak bermaksud menyinggung siapapun.
Lantas bagaimana mendapatkan jodoh terbaik? jangan tanya saya, karna saya pun masih belum menemukan hehehe -_- tapi jangan nangis bombay dulu, kata seorang senior "jadilah seorang pendengar yang baik, maka kamu akan menjadi pemain yang hebat." saya akan berikan beberapa tips untuk kita semua ^_^.
  1. untuk mendapatkan jodoh terbaik, maka siapkan diri menjadi orang baik. diangkat dari kutipan ayat berikut "dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)." (QS.An­-Nuur:26) sedang Allah sdah menjanjikan kepada kita hal terbaik, dan tentunya hal itu tida gratis,bayarlah, bayarlah dengan selalu memperbaiki diri, menjadi sosok yang terbaik, insya Allah "you can if you think you can."
  2. perbanyak berdo'a, pada kesempatan ini silahkan meminta, meminta kepada Dzat yang memiliki segalanya, yang Maha Kaya, Maha Pengasih Lagi Pemurah, jangan malu untuk meminta sedang Allah menyuruh mu untuk meminta "dan mintalah dengan menyebut nama Tuhan mu". tapi apakah nanti tidak di bilang mendikte Allah? jika meminta secara spesifik, ^_^ jawabannya "tidak", kan sudah dijelaskan dari awal tujuannya meminta yang terbaik, dengan mengharap keridhaan Allah, di ilhami dari kisah umar yang meminta kepada Allah agar di berikan istri seorang bidadari berkulit hitam manis, dahinya tinggi, bagian atas matanya berwarna merah, dan bagian bawah matanya berwarna biru serta memiliki sifat yang sangat pemalu. nah apakah masih ada yang beranggapan mendikte? ^_^ 
  3. Jangan Mencintai Secara Berlebihan “Barangsiapa memberi karena Allah, menolak karena Allah, mencintai karena Allah, membenci karena Allah, dan menikah karena Allah, maka sempurnalah imannya. (HR. Abu Dawud) Jika kita mencintai manusia lebih daripada Allah, niscaya hati kita akan hancur dan putus asa jika ditinggalkan. Jika kita mencintai Allah di atas segalanya, niscaya kita akan selalu tegar dan tabah karena kita yakin bahwa Allah itu Maha Hidup dan Abadi serta selalu bersama hamba yang Sholeh.
  4. berbanyak tawakal dan ikhlas, siapapun jodohnya kelak insyaAllah itulah yg terbaik yang Allah pilihkan.
ada banyak lagi tips yang bisa di dapat, baik yang bersumber dari internet atau buku. untuk referensi lebih jelas tak ada salahnya untuk mulai membaca buku buku yang bernuansa pernikahan, ah.. malu, aku kan masih kecil, ah malu,, aku kan belum siap, itu bukan alasan, pilih malu dan gak dapat ilmu, atau biar di ledekin temen sekampung tapi masa depan rampung hehehe..
selamat mencoba semoga semuanya menemukan jodoh terbaik. Amiin Ya Rabb.. ^__^ 

Minggu, 10 November 2013

Mata

Dinda tersenyum melihat putri kecilnya, kaki kaki mungilnya berlari ceria, rambut ikal bergelombang meliuk-liuk tertiup angin, putri kecilnya sangat bahagia, tawanya memenuhi rumah,, kik kik kik kik... terkadang giginya beradu tak bisa menahan tawa,
putri kecilnya asik bermain, dinda terkadang sering mengganggunya, namun putri kecil itu seakan lebih senang dengan kesibukannya.
petak umpet merupakan permainan kegemarannya, terkadang di dalam lemari, terkadang di bawah ranjang tempat tidur dan di dalam selimut coklat pudar kesukaannya, putri kecil itu selalu kelelahan dan jatuh tertidur sehabis bermain.
pagi ini dinda sedikit kaget ketika melihat jejak biru di tangan putrinya, tangan yaya kenapa sayang??? tanyanya, bibir yaya melipat kecil dan bergetar kecil, hikss hiks... cipan gigit tangan yaya bunda,kemalen maim petak umpet, ucapnya tersedu,cipan jahat bunda, ucapnya lagi.  cipan??? otak dinda berputar, bukankah selama ini putrinya selalu bermain sendiri, lantas siapa cipan? di usapnya kepala putri kecil ittu, 'yaya main sama cipan kemaren? tanya dinda lagi, kemalen, kemalen, kemalen kemalen lagi main cama cipan juga bunda,
BERSAMBUNG.....
(tiba-tiba blank :D)

Jumat, 07 Juni 2013

SAKIT

Seorang istri baru pulang dari dokter karena merasa kurang enak badan.
Suami : “Ma, sakit apa kata dokter?”
Istri : “Nggak ada apa-apa, cuma sedikit stress. Dokter menyarankan supaya kita rileks dengan liburan ke New York, Paris, London, Tokyo atau Sydney. Enaknya kita pergi ke mana, Pa?”
Suami : “Enaknya kita pergi ke dokter lain saja”
++++++++++++++++++++++
ha ha ha ha.. cpd..

tahukah kawan, sebenarnya Allah Subhanahu wa ta’ala telah menjanjikan kepada kita tempat untuk mendapatkan ketenangan jiwa dari rasa stress.. yaitu majelis dzikir atau majelis2 ta’lim..
Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah bersabda,”Dan tidaklah sekelompok orang berkumpul di dalam satu rumah di antara rumah-rumah Allah; mereka membaca Kitab Allah dan saling belajar diantara mereka, kecuali ketenangan jiwa (sakinah) turun kepada mereka, rahmat meliputi mereka, malaikat mengelilingi mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka di kalangan (para malaikat) di hadapanNya.” [HR Muslim, no. 2699; Abu Dawud, no. 3643; Tirmidzi, no. 2646; Ibnu Majah, no. 225; dan lainnya].
Tidaklah sekelompok orang yang berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, kecuali malaikat mengelilingi mereka, rahmat meliputi mereka, ketenangan jiwa (sakinah) turun kepada mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka di kalangan (para malaikat) di hadapanNya. [HR Muslim, no. 2700].
Ngapain juga cari yg mahal2 kalo mo cari ketenangan jiwa dari jiwa yg stress, apalagi bisa bikin kantong bokek, belum tentu ketenangan jiwa yg didapat bahkan bisa jadi dosa didapat, banyak maksiyat yg dilihat..
Padahal sebenarnya dah dijanjikan Allah Subhanahu wa ta’ala bahwa ketenangan jiwa dari rasa stress itu bisa kita dapatkan di tempat yg gak jauh dari rumah kita, yaitu “MASJID”..
Hadiri yaaahhh.. majelis2 yg mengingat Allah Subhanahu wa ta’ala..

Shalat Sunnah Fajar

Sejenak kita mudzakarah tentang shalat sunnah Fajar beserta keutamaan-keutamaan di dalamnya.. oleh karena itu, sebelumnya kita menegok dalil2 yang ada terlebih dahulu..

Apakah shalat sunnah fajar..?! Shalat sunnah fajar adalah sholat sunnah yang didirikan sebelum shalat shubuh, karena shalat Subuh sendiri disebut dengan shalat fajar, karena dalam beberapa dalil baik Al Quran ataupun hadits Nabi SAW menyebut subuh dengan kata Fajar sesuai dengan dalil di bawah ini..

  1. QS 2;187. Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma’af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.

Dalil ini sehubungan dengan orang yang berpuasa yang mereka diharuskan berhenti makan dan minum serta aktifitas yg membatalkan puasa saat terdengar kumandang adzan Subuh. Sehingga kata “Fajar” di atas adalah sebagai ganti kata Subuh.

  1. QS 17;78. Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) fajar (shubuh). Sesungguhnya shalat fajar (shubuh) itu disaksikan (oleh malaikat).

Para mufasir telah sepakat bahwa kata “Fajar” dalam ayat tersebut adalah dalil untuk menjalankan Shalat Subuh dan keutaman Shalat Shubuh.

  1. QS 97;5. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar

Ayat ini membahas tentang lailatur Qadr, dan kata “Fajar” tersebut menandakan Shubuh.


  1. “empat raka’at sebelum dhuhur dan dua rakaat sesudahnya dan dua rakaat sesudah maghrib, dan dua raka’at sesudah ‘Isya dan dua raka’at sebelum sholat fajar.”— HR–Tirmidzi.

Berdasarkan dalil di atas, kata “Fajar” yang dihubungkan dengan shalat adalah sebagai kata ganti subuh.


Pertanyaan yang timbul adalah, kapan waktu pelaksanaan shalat Sunnah Fajar tersebut..??!! nah, untuk mengetahui hal tersebut, mari kita bahas dalil2 yang ada untuk mengatahui kapan pelaksanaan shalat tersebut..

  1. “Jika muazzin selesai dari adzan shalat shubuh (kedua) dan subuhpun telah nampak, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan shalat dua rakaat yang ringan sebelum shalat ditegakkan.” (HR. Muslim no. 723)
  2. “Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam selesai mendengar azan (shubuh), maka beliau shalat dua rakaat fajar dengan meringankan (raka’at) keduanya.” (HR. Muslim no. 724)
  3. Jikalau muazzin sudah diam dengan bunyi azan shalat Subuh dan sudah tampak jelas terbitnya fajar dan telah didatangi oleh muazzin, lalu beliau s.a.w. berdiri untuk melakukan shalat sunnah dua rakaat yang ringan, kemudian berbaring pada belahan tubuhnya yang kanan sehingga beliau s.a.w. didatangi oleh muazzin untuk memberitahu-kan waktunya iqamat.” (HR Muttafaqun ‘alaih)

Dari dalil2 yang ada tersebut di atas akhirnya kita mengetahui bahwa waktu shalat sunnah Fajar adalah sebelum Shubuh, alias Shalat sunnah fajar  adalah Shalat Qobliyah Shubuh.

Sekarang marilah kita membahas bagaimana keutamaan2 Shalat sunnah fajar atau Shalat Qobliyah Shubuh tersebut dengan  membahas dalil2 yang ada :

“Dua rakaat (sebelum shalat) fajar (subuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim no. 725)

Hari ini, jika manusia ditawari uang Rp. 1 Milyar dan dia juga ada waktu serta kemampuan (jika saja dia mau) untuk mendapatkannya, tetapi kemudian dia akhirnya tidak bisa mendapatkan uang tersebut hanya dikarenakan dia menunda-nunda waktu hingga terlewatlah waktu dan kesempatan untuk mendapatkan uang tersebut.. apa yang akan dia rasakan..??!! Dia akan mengalami penyesalan yang amat sangat dalam dan bahkan mungkin dia setengah berteriak bahkan mungkin berteriak keras2 untuk sekedar mengatakan “rugi aku..!! rugi besaaarrr..!!”.. bagaimana tidak..??!! uang segitu gede ada di depan mata kita tetapi akhirnya hilang sia2..

Saat ini Allah SWT telah menjajnjikan kita rejeki yang jaauuuhhh lebih besar dari uang Rp. 1 Milyar tersebut, yaitu dunia dan isinya.. berapa harga dunia dan isinya dibanding uang Rp. 1 Milyar tesebut kawan..??!! dan apakah kita yakin pada janji itu..??!! bukankah Allah SWT sendiri yang menjanjikannya pada kita..??!! bukankah kita juga mengaku beriman pada Allah SWT, mengandung artinya kita lebih percaya pada Allah melebihi kepercayaan kita pada makhluq..??!! dan bukankah kita juga percaya Allah tidak pernah mengingkari janjiNya..??!! QS 31;33 “..Sesungguhnya janji Allah adalah benar..”.. Allah tidak pernah berdusta kawan..!!!
Jika kita percaya bahwa Allah SWT tidak pernah berdusta, lalu mengapa kita tidak berusaha mendapatkan janji Allah SWT melebihi janji manusia di dunia ini..??!! seperti permisalan di atas, saat kita terlepas mendapatkan uang gede di dunia ini kita merasakan kerugian yg amat sangat besar dan penyesalan yg amat sangat luar biasa bahkan mungkin bila ada kesempatan lainnya kita tidak akan melakukan kesalahan serupa, sehingga kita akan berusaha lebih keras untuk mendapatkannya..
tetapi saat kita terlepas dari mendapatkan janji Allah SWT yg jaaauuuhhh lebih gede tersebut di atas kita sering santai2 saja bahkan tidak ada rasa penyesalan sedikitpun manakala kita luput dari mendapatkannya.. mungkin kesempatan yg ada esok harinya pun akan kita lewatkan juga, dan juga sama tanpa ada penyesalan sedikitpun, laksana seorang yg tidak percaya terhadap janji dari Sang Penciptanya tersebut..

Jika kita mengaku bahwa Allah SWT adalah Tuhanku, dan mengaku sangat yakin pada janji2Nya, maka jangan pernah lagi kita menyia2kan kesempatan emas tersebut.. karena di dalam janji tersebut ada ke-ridho’an Allah SWT..

Rasulullah SAW dan para Shahabat paham akan hal tersebut, sehingga mereka tidak pernah mau meninggalkannya walau sekalipun.. mereka sangat bersungguh2 dan serius mendapatkannya, seperti tergambar dalam hadits2 di bawah ini :

” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah sangat tekun mengerjakan suatu shalat sunnah sebagaimana tekunnya beliau mengerjakan shalat dua raka’at fajar”. (HR. Al-Bukhari no. 1169)

Bahkan ada salah seorang shahabat yang luput dai mendapatkannya, maka dia qodho’ shalat tersebut dengan menjalankannya setelah shalat Shubuh, krn merasakan kerugian yang amat sangat besar kalo tidak menjalankannya..

“Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah melihat seorang laki-laki yang mengerjakan shalat dua rakaat lagi setelah shalat subuh. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Shalat subuh itu hanya dua raka’at.” Laki-laki itu menjawab, “Sesungguhnya aku belum mengerjakan shalat (sunnah) dua raka’at yang diseharusnya dikerjakan sebelumnya, karena itu aku mengerjakannya sekarang ini.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam diam.” (HR. Abu Daud no. 1267 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Al-Misykah: 1/329)

Shalat Qobliyah yg terpaksa diqodho’ dengan menjalankannya setelah shalat wajibnya diperbolehkan manakala dia memang sudah rutin melaksanakan qobliyah tersebut tepat waktunya, hanya saja dikarenakan kondisi insidentil yg menyebabkan dia terlepas dari menjalankannya tepat waktu..

HUKUM WANITA HAID MASUK MESJID

Bagaimana hukum wanita haid masuk masjid..?! Ada perbedaaan pendapat/ khilafiah di kalangan ulama. ada yang membolehkan, ada yang membolehkan dengan syarat, dan ada pula yg tidak membolehkannya. Sekarang, mari kita kupas bersama2 melalui dalil2 yg ada dan mari kita kaji dgn seksama perbedaan pendapat tersebut..

Ada 3 pendapat yang berkenaan dengan hal wanita haid masuk masjid tersebut. Pendapat-pendapat tersebut adalah sebagai berikut :

1. Pendapat yg melarang wanita haid masuk masjid, hal ini kebanyakan diikuti oleh sebagian ulama bermadzhab Maliki dan Hanafi. Mereka mutlak melarang dalam apapun.

2. Pendapat yang membolehkan dengan syarat. Pendapat ini banyak diikuti dari kalangan ulama bermadzhab Syafi’i dan ulama dari madzhab Hambali. Pendapatanya adalah melarang jika wanita tersebut menetap/berdiam di masjid, kecuali sekedar lewat atau berjalan atau mengambil sesuatu yang ada di dalm masjid saja. Artinya, membolehkan dengan syarat.

3. Pendapat yang membolehkan secara mutlak tanpa syarat apapun bagi wanita haid berada di masjid selama diyakini darahnya tidak akan mengotori masjid.

Sekarang, mari kita kupas dalil2 yang ada sehubungan dengan pendapat2 tersebut, agar kita bisa memilah dan memilih pendapat mana yang lebih mendekati kebenaran.

I. Pendapat ulama yang melarang secara mutlak :

  1. “Aku tidak menghalalkan masjid bagi orang junub dan tidak pula bagi wanita haid.” (HR. Abu Daud 1/232, Baihaqi 2/442. Didlaifkan dalam Al Irwa’ 1/124)

Hadits tersebut ternyata hadits dhaif karena ada rawi bernama Jasrah bintu Dajaajah. Oleh karena itu hadits ini didhaifkan oleh sekelompok ulama di antara Al-Imam Al-Baihaqi Ibnu Hazm dan Abdul Haq Al-Asybili. Bahkan Ibnu Hazm berkata: “Hadits ini batil.” dan juga telah di dhaifkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dlm Irwa‘ul Ghalil no. 124 Dha’if Al-Jami‘ush Shaghir no. 6117 dan Dha’if Sunan Abi Dawud.

  1. “Hendaklah wanita-wanita haid menjauh dari mushalla.” (HR. Bukhari nomor 324)

Dalil tersebut digunakan untuk shalat ‘ied di lapangan, dan bukan untuk di masjid. Rasulullah SAW menyebut kata “mushalla” biasanya adalah untuk tempat2 shalat sunnah, seperti di lapangan untuk shalat ‘ied atau tempat shalat di rumah2 kita.. Dan beliau SAW menyebut masjid untuk tempat2 shalat wajib. Jadi, dalil ini pun kurang tepat jika dijadikan dalil untuk melarang wanita ke masjid.

II. Pendapat Ulama yang membolehkan dengan syarat :
1.      Firman Allah Ta’ala :
“Wahai orang-orang yang beriman janganlah kalian mendekati shalat sedangkan kalian dalam keadaan mabuk hingga kalian mengetahui apa yang kalian ucapkan dan jangan pula orang yang junub kecuali sekedar lewat sampai kalian mandi.” (An Nisa’ : 43)

Kata “shalat” di artikan tempat shalat.. Tetapi dalam ayat trersebut tidak menyebutkan wanita haid. Wanita haid dalam ayat tersebut diqiyaskan dengan kata junub. Sehingga ulama dari kalangan ini membolehkan dengan syarat hanya sekedar lewat atau mengambil sesuatu di dalam masjid dengan dikuatkan oleh dalil

  1. Hadits ‘Aisyah, bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah berkata kepadanya: “Siapkanlah al-Humrah (semacam sajadah) dari masjid. Lalu ‘Aisyah berkata: Saya sedang haid. Beliau bersabda: Sesungguhnya haid kamu tidak di tanganmu” (HR. Muslim dan at-Turmudzi, no. 134, dan Abu Dawud, no. 261, dan an-Nasa’i, no. 272, dan Ibnu Majah, no. 632).

Ada tambahan dari ulama kalangan madzhab Hambali, bahwa boleh menetap di masjid selama orang yang berhadats besar tersebut dalam keadaan wudhu. Sesuai dengan dalil yang ada dari Atha bin Yasar berkata : “Aku melihat beberapa orang dari shahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam duduk di masjid dalam keadaan mereka junub apabila mereka telah berwudlu seperti wudlu shalat.” (Dikeluarkan oleh Said bin Manshur dalam Sunan-nya dan isnadnya hasan).
Akan tetapi untuk wanita yang sedang haid maka tidak diperbolehkan berdiam diri di masjid, karena berwudhunya dalam kondisi demikian tidak sah (Lihat, al-Mughniy, Ibnu Qatamah, 1/135-137). Dan yang demikian adalah pendapat Ishaq bin Rahawaih juga.


III. Pendapat ulama yang membolehkan secara mutlak :

Beberapa ulama yang membolehkan secara mutlak adalah Ibnu Hazm, Ibnu Mundzir, Al Muzanny dsb. Mereka berpendapat, bahwa tidak ada satupun dalil sahahih yang melarang wanita haid berada di dalam masjid. Sedangkan dalil yang membolehkan wanita haid berada di dalam masjid justru ada dan tergolong hadits shahih. Adapaun dalil2 yang digunakan adalah sebagai berikut :

  1. Bermukimnya wanita hitam yang biasa membersihkan masjid, di dalam masjid, pada masa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Tidak ada keterangan bahwasannya Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam memerintahkan dia untuk meninggalkan masjid ketika masa haidnya, dan haditsnya terdapat dalam Shahih Bukhari.

2.      Sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam kepada ‘Aisyah radhiallahu ‘anha yang tertimpa haid sewaktu melaksanakan ibadah haji bersama beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam :
“Lakukanlah apa yang diperbuat oleh seorang yang berhaji kecuali jangan engkau Thawaf di Ka’bah.” (HR. Bukhari nomor 1650)
Dalam hadits di atas Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam tidak melarang ‘Aisyah untuk masuk ke masjid dan sebagaimana jamaah haji boleh masuk ke masjid maka demikian pula wanita haid (boleh masuk masjid).

3.      Sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam :
“Sesungguhnya orang Muslim itu tidak najis.” (HR. Bukhari nomor 283 dan Muslim nomor 116 Kitab Al Haid)


  1. Hadits ‘Aisyah, bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah berkata kepadanya: “Siapkanlah al-Humrah (semacam sajadah) dari masjid. Lalu ‘Aisyah berkata: Saya sedang haid. Beliau bersabda: Sesungguhnya haid kamu tidak di tanganmu” (HR. Muslim dan at-Turmudzi, no. 134, dan Abu Dawud, no. 261, dan an-Nasa’i, no. 272, dan Ibnu Majah, no. 632).

Hadits tersebut di atas tidak menerangkan bahwa Rasulullah SAW memerintahkan Aisyah harus segera keluar dari masjid atau boleh masuk masjid tapi sekedar mengambil al-Humrah saja. Beliau SAW hanya menerangkan haid tidak di tanganmu, sehingga selama aman dan tidak akan mengotori masjid, maka diperbolehkan wanita untuk berada di dalam masjid tanpa batas waktu dan syarat2 tertentu.

  1. Ayat QS 4;43 ttg “(jangan pula hampiri tempat shalat) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja,..” berasal dari kata “.. walaa (dan jangan/tidak) junuban (orang yg junub) illaa (kecuali) ‘aabiriy sabiyl (sekedar lewat/musafir)..”.
Ada perbedaan penafsiran dlm hal ini, krn kata jangan menghampiri tempat shalat tidak ada dlm teks asli Al Quran. Perbedaan pendapat tersebut berada pada kata “..’aabiriy sabiyl..”. Ada yang menafsirkan sekedar lewat, ada pula yg menafsirkan musafir.

Maka dlm kitab ibnu Hazm (al-Muhallaa, 2/174-175) bahwa seharusnya penafsiran dari kata walaa (dan jangan/tidak) junuban (orang yg junub) illaa (kecuali) ‘aabiriy sabiyl (sekedar lewat/musafir)..” yang dimaksud adalah “ wa laa (dan jangan/tidak “shalat”) junuban (orang yg junub)..” bukan “mendekati tempat shalat”.

Selain itu, jika benar diterjemahkan tempat shalat, maka, lapangan bisa jadi tempat shalat (sesuai hadits tentang shalat ‘ied), atau rumah2 kita juga bisa jadi tempat shalat. Bumi ini adalah tempat shalat, sesuai hadits Rasulullah SAW  “Dijadikan bumi ini bagiku tempat yang baik, alat bersuci dan masjid (tempat sujud), maka bagi siapapun yang telah datang waktu shalat agar shalat di mana saja.” (HR. Muslim, 5/32 dan Abu Dawud, no. 489)
Dan dalam hadits yang lain beliau bersabda: “Dijadikan bagi kami bumi ini keseluruhannya adalah masjid, dan dijadikan debunya bagi kami alat bersuci apabila tidak ada air.” (HR. Muslim, 5/4)

Berkata al-Imam an-Nawawiy : Berkata shahabat Abu Hanifah bahwa yang dimaksud ayat tersebut adalah seseorang yang bepergian (musafir) jika dalam keadaan junub dan tidakmendapati air diperbolehkan baginya bertayamum dan mendirikan shalat meskipun sifat junub masih ada karena yang dimaksudkan adalah hakekat shalatnya. Dan ulama Hanafiyah yang berpendapat demikian adalah al-Murghinaniy dan Ibnu Hamam dan selain keduanya. Adapun tafsir yang kedua, yang mengatakan bahwa maksud ‘aabiriy sabiyl” ialah sekedar berlalu di dalam masjid tidak bersumber dari seorangpun dari Shahabat, dan diriwayatkan dengan sanad yang lemah dari Abdullah bin Mas’ud, Abdullah bin Abbas.

Sehingga menurut pendapat kelompok ini, tidak ada satupun dalil yang shahih dan pasti yang melarang wanita haid berada di dalam masjid dengan alasan dan keadaan apapun.


Demikian telah diterangkan panjang lebar mengenai wanita haid beserta dalil2 yang ada. Silahkan ambil salah satunya yang anda anggap paling kuat landasan hokum dan dalil2nya. Kebenaran mutlak adalah milik Allah, akan tetapi Allah telah memberikan kita alat agar kita bisa memilah dan memilih sebuah kebenaran.

Wallahu a’lam….

Minggu, 05 Mei 2013

My Story


Suka duka belajar baasa inggris,
Sebagai mahasiswa semester enam jurusan bahasa dan sastra inggris hari-hari yang di lewati kadang asem kadang manis kadang pahit-pahit pedas, kadang dunia berbunga-bunga kadang jungkir balik sampai mewek di kamar, senyum sambil nangis itu udah biasa. Stress itu bukan masalah lagi karna hampir tiap semester stress melulu, heheee tulisan ini saya buat ketika saya berada dalam kelas mata kuliah Paper Thesis Writing, gak tau dapat ide dari mana tapi kayanya berbagi pengalaman sedikit asik lah untung untung membawa manfaat yang baik bagi semua yang membaca aseekkk.
Problem terbesar yang di hadapi mahasiswa dalam belajar bahasa inggris yang saya lihat sejauh ini ialah vocab, kebanyakan mahasiswa memiliki keterbatasan vocab ini merupakan sebuah problem yang sangat besar karena kunci dari belajar bahasa inggris itu sendiri ialah memilliki banyak vocab, nah... pertanyaannya how to get a vocab??  Baca kamus tiap hari?? Please deh saya jamin jika anda belajar dengan cara seperti itu 4 hari kemudian anda langsung tobat nasuha belajar bahasa inggris, heheee nah sedikit saran nih guys salah satu cara paling asik buat memperoleh vocab ialah membaca short story ( cerpen) dalam bahasa inggris, nah pertanyaan kedua bagi yang gak suka memabaca itu gimana yah..??? wah problem baru nih... padahal membaca itu jendela dunia loh tapi don’t worry guys belajar itu bisa dari banyak  hal nah cara lain yang bisa kalian gunakan untuk memperoleh vocab ialah dengan mendengarkan lagu atau menonton film berbahasa inggris atau melihat video berbahasa inggris seperti story telling, poetry, poem etc.  Selain dari pada menambah vocab kalian dengan mengikuti cara kedua ini kita juga bisa memperbaiki bad pronounciation, as we know pronounciation is the second problem dalam belajar bahasa inggris nah nah guys jangan anggap enteng ya pronoun itu juga merupakan hal yang sangat penting loh karena seperti yang kita ketahui Engllish is crazy language, terserah deh yang punya language mau ngamuk atau banting lemari tapi kenyataanya kan memang seperti itu,what ever they will do dek mau terjun dari gedung laitai 1 juga gak masalah maksutnya terjun di lantainya aja yang dari atapnya heheeee nah contohnya bagaimana bisa one di baca wan atau liar dibaca laiyer but ini bukan tanpa alasan loh, ini terjadi karena...... akan kita bahas dalam tulisan selanjutnya buat saat ini saya Cuma lagi mau belajar dengan cara yg fun and enjoy jangan anggapkuliah sebagai beban tapi sebagai kewajiban, so bedanya apa don’t ask me just ask yourself nah.... nah dari tadi udah banyak banget nahnya ok deh sekian dulu tulisan pagi ini and see you pada kesempatan selanjutnya.